Senin, 24 November 2008










Sungguh, dia menagis..

Beberapa hari yang lalu, secara nggak sengaja aku melihat sebuah program Tv, Buser. Yah, dibandingkan acara berita lainya, aku rasa, Buser punya sisi menarik..yaitu pada segmen tayangan pertemuan ataupun pencarian orang-orang hilang.
Bukan buser yang akan aku bicarakan, bukan pula perbandingan menariknya buser dibanding acara berita lainya, melainkan segmen pencarian orang-orang hilang itu.
Jumat ( 5/12/08) didalam segmen itu diceritakan ada sebuah keluarga yang sedang mencari anggota keluarganya yang (maaf..) menderita cacat mental. Dengan susah payah, keluarga ini mencari bagian dari keluarganya yang hilang entah kemana.
Entah, setan apa yang merasukiku. Pada saat melihat kesusah payahan mereka mencari, aku sempat berpikir, untuk apa orang seperti itu dicari, toh..orang yang cacat mental hanya akan menambah beban hidup keluarganya.
Duar.. sebuah rasa meledak di rongga dadaku, sesaat setelah aku melihat tayangan ini memperlihatkan sebuah pertemuan seorang kakak dengan adiknya (maaf.., yang cacat mental). Ternyata, sang adik ditemukan dan ditampung oleh sebuah panti sosial. Mereka berpelukan erat, sangat erat.
Dia menangis…, sungguh, walaupun aku nggak tau apa yang sedang dia rasakan saat itu, tapi yang pasti..saat melihat adegan itu, pipiku panas, dan air mataku mengalir. Tayangan itu menyebutkan bahwa dia jarang sekali menangis. Tapi, setelah bertemu kakaknya, tangis itu pecah. Dengan lirih, dia berkata, “pulang..”
Sungguh itu adalah adegan yang menyadarkanku. Mereka (orang cacat mental) punya hidup, mereka punya hak untuk punya keluarga yang menyayangi mereka, mereka punya hak untuk bahagia, walaupun cara mereka bahagia berbeda dengan cara kita memperoleh kebahagiaan. Tuhan punya cara tersendiri untuk membuat mereka bahagia.
Yang pasti, mulai saat itu, aku berjanji..akan lebih bersyukur akan nikmat Tuhan, karena seperti apapun nikmat yang diberikan Tuhan pada kita, baik duka maupun suka…Ya..itulah cara Tuhan untuk membuat kita merasa bahagia.


_Petty Wulan Sari_

Tidak ada komentar: